2013
sinopsis novel di bawah lindungan ka'bah
Sinopsis
Dikisahkan ada seorang pemuda bernama Hamid, sejak
berumur empat tahun telah ditinggal mati ayahnya. Ayah Hamid sebelumnya
adalah seorang yang kaya. setelah perniagaannya jatuh dan menjadi
melarat,sahabat dan sanak saudara yang dulu banyak, tak ada lagi
sanak saudara dan sahabatnya yang datang. Karena sudah tak terpandang
lagi oleh orang-orang sekitarnya itu, maka pindahlah ayah Hamid beserta
ibunya ke kota Padang, yang akhirnya dibuatnya sebuah rumah kecil. Di
tempat itulah ayah Hamid meninggal.
Tatkala Hamid berumur enam tahun, untuk
membantu ibunya ia minta kepada ibunya agar dibuatkan jualan kue-kue
untuk dijajakan setiap pagi.
Ada tetangga baru di dekat rumah hamid terdapat sebuah
gedung besar yang berpekarangan luas. Rumah itu telah kosong karena
pemiliknya, seorang Belanda, telah kembali ke negerinya. Hanya
penjaganya yang masih tinggal, yakni seorang laki-laki tua yang bernama
Pak Paiman. Tetapi tak lama kemudian, rumah itu dibeli oleh
seorang-orang kaya yang bernama Haji Jakfar. Isterinya bernama Mak Asiah
dan anaknya hanya seorang perempuan saja yang bernama Zainab.
Mak
Asiah senang memanggil Hamid setiap pagi karena hendak membeli makanan yang dijualnya itu. Pada waktu itu
juga ia ditanya oleh Mak Asiah tentang orang tuanya dan tempat
tinggalnya. Setelah Hamid menjawab pertanyaan itu, Mak Asiah pun meminta
kepada Hamid agar ibunya datang ke rumahnya. Sejak kedatangan ibu Hamid
ke rumah Mak Asiah itulah, maka persahabatan mereka itu menjadi karib
dan Hamid beserta ibunya sudah dianggap sebagai keluarganya sendiri.
Akhirnya Hamid dibiayai noleh haji Jakfar,suami mak Asiah,juga disekolahkan bersama-sama
anaknya, Zainab, yang umurnya lebih muda daripada Hamid. Pergaulan Hamid
dengan Zainab, seperti pergaulan antara kakak dengan adik saja. Setelah
tamat dari SD, Hamid dan Zainab pun sama-sama dilanjutkan sekolahnya ke
Mulo.
Setelah keduanya tamat dari Mulo,
barulah Hamid berpisah dengan Zainab. Keduanya sebenarnya telah saling
jatuh cinta.Namun Hamid sadar akan statusnya.Zainabpun harus
masuk pingitan,menurut adat didesa itu. sedang Hamid yang masih dibiayai
oleh Haji Jakfar,
meneruskan pelajaran ke sekolah agama di Padangpanjang. Di sekolah
itulah Hamid mempunyai seorang teman laki-laki yang bernama Saleh.
Pada suatu petang, tatkala Hamid pergi
berjalan-jalan di pesisir, bertemulah ia dengan Mak Asiah yang baru
datang dari berziarah ke kubur suaminya. Ia naik perahu sewaan
bersama-sama dua orang perempuan tua lainnya.
Pada pertemuan itulah Mak
Asiah mengharapkan kedatangan Hamid ke rumahnya pada keesokan harinya,
karena ada suatu hal penting yang hendak dibicarakannya. Setelah Hamid
datang pada keesokan harinya ke rumah Mak Asiah, maka Hamid pun dimintai
tolong oleh Mak Asiah agar ia mau membujuk Zainab untuk bersedia
dinikahkan dengan kemenakan Haji Jakfar yang pada waktu itu masih
bersekolah di Jawa. Tetapi permintaan itu ditolak oleh Zainab dengan
alasan ia belum lagi hendak menikah.
Penolakan itu sebenarnya disebabkan
Zainab sendiri telah jatuh cinta kepada Hamid. Bagi Hamid sendiri,
sebenarnya ia cinta kepada Zainab, hanya cintanya itu tidak dinyatakan
berterus terang kepada Zainab.
Karena itulah, sebenarnya suruhan Mak
Asiah itu bertentangan dengan isi hatinya. Tetapi karena ia telah
berhutang budi kepada Mak Asiah, maka dilaksanakan permintaan tersebut.
Setelah kejadian itu Hamid pun pulang ke rumahnya, tetapi sejak itu, ia
tidak pernah lagi datang ke rumah Mak Asiah, karena sejak itu ia
meninggalkan kota Padang menuju Medan dan selanjutnya pergi ke tanah
Suci Mekah. Dari Medan Hamid berkirim surat kepada Zainab untuk minta
diri pergi menurutkan kemana arah kakinya berjalan. Surat Hamid itulah
yang selalu mendampingi Zainab yang dalam kesepian itu.
Sementara itu dikota suci mekah,Hamid bertemu dengan Saleh,temannya
dahulu. Hamid menceritakan segala perasaannya pada Zainab kepada
Saleh.cinta mereka tidak bisa disatukan karena ibu Hamid sendiri
melarang Hamid untuk mencintai Zainab,karena ibu Hamid merasa tidak
pantas.sementara Ternyata Saleh adalah suami dari Rosna,Rosna sendiri
adalah sahabat Zainab. Rosna dan saleh saling bercerita,berkirim surat
tentang kisah Hamid dan Zainab.Zainab yang sedih berlebihan,karena cinta
yang tidak bisa bersatu dengan Hamid,akhirnya menjadi sakit hingga
akhirnya meninggal.
Karena terlalu cintanya Hamid pada Zainab,terlebih mendengar Zainab yang
meninggal dunia,Hamidpun tak kuasa menahan sedih.Selalu memikirkan
Zainab,hingga akhirnya Hamid jatuh sakit dan meninggal dibawah lindungan
ka'bah.

0 komentar:
Posting Komentar